Friday, January 17, 2020

Pahami Kebijakan Ganjil-Genap agar Terhindar dari Tilangan


Semua orang sudah pasti mengetahui bahwa Jakarta merupakan kota dengan ribuan kendaraan yang selalu diwarnai dengan kemacetan setiap harinya. Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan dan Transportasi (DISHUB) terus berupaya untuk mengurai kemacetan. Segala macam cara sudah dilakukan, mulai dari kebijakan 3 in 1 di beberapa jalan protokol yang kini dirasa sudah tidak sesuai dengan keadaan Ibukota.
            Dengan begitu Pemprov DKI Jakarta mengganti kebijakannya dengan cara membatasi kendaraan bermotor berdasar plat nomor ganjil-genap. Kebijakan ini sudah lama diterapkan pemerintah sejak tahun 2016 lalu. Ganjil-genap berlaku setiap Senin-Jumat mulai pukul 06.00 s.d. 10.00 dan pukul 16.00 s.d. 21.00 dan tidak berlaku pada hari Sabtu dan Minggu, dan juga pada hari libur nasional. Tapi dengan begitu apa kamu sudah tahu mekanisme dari kebijakan tersebut?
            Jadi, kebijakan ini dengan cara mengatur pola lalu lalang kendaraan dengan nomor plat ganjil atau genap. Kendaraan dengan plat nomor belakang ganjil beroperasi pada tanggal ganjil, begitu juga dengan plat nomor genap diperbolehkan beroperasi pada tanggal genap. Kebijakan ini tidak berlaku bagi sepeda motor, mobil dinas, angkutan umum, pemadam kebakaran, dan juga angkutan barang dengan dispensasi khusus.
Berikut rute ganjil-genap yang perlu kamu ketahui :
  1. Jalan Pintu Besar Selatan
  2. Jalan Gajah Mada
  3. Jalan Hayam Wuruk
  4. Jalan Majapahit
  5. Jalan Sisingamangaraja
  6. Jalan Panglima Polim
  7. Jalan Fatmawati (Jalan Ketimun 1 s.d. Jalan TB Simatupang)
  8. Jalan Suryopranoto
  9. Jalan Balikpapan
  10. Jalan Kyai Caringin
  11. Jalan Tomang
  12. Jalan Pramuka
  13. Jalan Salemba
  14. Jalan Kramat
  15. Jalan Senen
  16. Jalan Gunung Sahari
Tapi selain Jakarta, kebijakan ganjil-genap ini juga diterapkan di beberapa negara, seperti Kolombia, di kota Bogota salah satunya. Bogota sudah menerapkan sistem ganjil-genap sejak tahun 2000 dan diberi nama Pico y Placa. Kebijakan ganjil-genap di kota ini terbilang agak kompleks daripada kota-kota lain di dunia yang menerapkan sistem ini.
      Bogota mengacak sistem digit terakhir dari plat nomor kendaraan setiap tahunnya, sehingga masyarakat sulit untuk mengakalinya. Namun kebijakan ini diimbangi dengan sistem Bus Rapid Transit (BRT) yang saat itu sedang berkembang di Bogota. Meskipun begitu, penerapan sistem yang dilakukan pemerintah Bogota, kebijakan tersebut dinilai dapat mengurai kemacetan yang kemudian dikembangkan juga di kota-kota lain di Kolombia.
      Kebijakan ganjil genap juga sukses diterapkan oleh kota Beijing dengan hasil emisi harian kendaraan yang turun sebesar 40 persen dan jumlah mobil yang berkurang di jalan sebesar 700 ribu. Tentu yang sekarang menjadi pertanyaan kenapa sampai sekarang Jakarta masih belum bisa mengurai kemacetan walaupun sudah menerapkan kebijakan ganjil-genap ini?

Dapatkan tips & update berita otomotif terbaru dari sini.

No comments:

Post a Comment